Rabu, 11 Januari 2012

Kaleidoskop 2011 - Semester Kedua

Juli 2011 - Pengumuman penempatan  yang Puji Tuhan sesuai harapan, walaupun agak melenceng sedikit.. Cita-cita untuk berkantor di Jawa Barat tercapai. Kota Cikarang menjadi tempat yang ditetapkan Tuhan untuk membentuk aku dalam pekerjaan.. :) Sebenarnya waktu itu kegiranganku bertambah karena kantor kami tidak begitu jauh.. Dan aku pun semakin mudah mendapatkan akses ke Jakarta.

Agustus 2011 - Pulang yang pertama setelah penempatan, akhirnya kesampaian juga punya SIM A. hahahaha.. Meskipun di rumah tidak  terlalu lama, setidaknya cukuplah mengobati kerinduan  selama 9 bulan nggak ketemu mama.. :)

September - November 2011- Diklat Teknis di Kemanggisan. Reuni kecil-kecilan setelah penempatan. ketika semua yang muda punya uang, maka bisa dibayangkan apa yang terjadi. belanja, belanja, dan bersenang-senang. hanya itu yang ada di pikiran mereka. semua berlomba membeli gadget terbaru agar nggak kalah saing dengan teman-teman yang lain... :)

Desember 2011 - Menuju Puncak dengan mengendarai sepeda motor itu super sekali rasanya.. menempuh hujan dingin dan kabut. tapi puas sekali rasanya. Bulan ini menjadi bulan yang penuh dengan kenangan-kenangan manis yang nggak akan habis kalo diceritain satu persatu... apalagi kenang-kenangan hari natal waktu aku ditabrak motor tepat setelah pulang gereja.. rasanya gimanaaaaa gitu.. :D :D

Tapi kesimpulan secara keseluruhan, Tuhan udah baik banget sama aku selama 2011, dan aku yakin penyertaanNya akan terus ada di tahun ini bahkan sampai selamanya.. :)

Kaleidoskop 2011 - Semester Pertama

Januari 2011, aku mengawali tahun baru 2011 di rumah orang yang mungkin termasuk saudara jauh, dan tidak dekat denganku. hanya karena aku menumpang di rumah paman, makanya aku bisa ikut dalam acara mereka. Jauh dari keluargaku sendiri karena konsekuensi memilih tempat magang di luar Pulau Sumatera. Seminggu kemudian, aku menabrak mobil orang dan membuat sedikit kerusakan yang menghasilkan kerugian yang nggak sedikit. Untung kakakku pengertian. Walaupun setelah saat itu aku nggak berani lagi pinjem mobil abang.. haha..
Seminggu kemudian aku berkunjung ke Jakarta untuk menghadiri Natal Kantor Pusat DJP. Dan pada 29 Januari, aku menghadiri natal kampus STAN di GKI Pondok Indah..

Februari 2011, Umurku bertambah satu tahun. Dua puluh satu. Nggak terasa. Begitu banyak ucapan yang aku dapatkan dari orang-orang terdekat dan terkasih, juga dari teman-teman semuanya. Pertama kalinya aku berbagi dengan keluargaku saat aku berulang tahun. Senang rasanya melihat keponakanku gembira dengan ayam goreng yang dibawa pulang oleh bou-nya.. :)

Maret 2011, saat sibuk-sibuknya pelaporan SPT Tahunan di kantorku.. kerjaan menumpuk memaksa kami untuk lembur. Namun semuanya aku kerjakan dengan senang hati. Apalagi itu pengalaman bekerjaku yang pertama.

April 2011, bulan yang mengesankan buatku... diajak jalan-jalan sama si dia, hujan-hujanan di kota Bandung yang terkenal dingin. Alhasil ya kedinginan. :D Dia yang nggak jadi ke gereja, kalo aku sih so pasti udah,, :p
Semuanya terasa begitu menyenangkan.. :)

Mei 2011, pertama kalinya dalam hidupku, diajak nonton karnaval dan pesta kembang api oleh seorang cowok. Jujur, aku sangat mempersiapkan diri ketika akan ke Jakarta untuk ocassion ini, sampai semua temen magang sekantor ikutan heboh milih-milih baju.. hahaha
Itu karnaval terindah yang pernah aku lihat (ya iyalah, baru sekali ini). walaupun kostumnya banting banget,, (ngakak deh kalo inget itu). Aku berterima kasih banyak sama dia yang udah mengijinkan aku ikut menyaksikannya.. :)

Juni 2011, diklat Prajabatan. Bertemu dengan teman-teman baru stok lama. Yang nggak pernah ketemu di kampus, akhirnya kenalan di BDK Cimahi. Sempat suk-lok malah. (bukan cinlok yaaa hahaa). Untungnya hanya sesaat. Soalnya kalo keterusan kan bisa bahaya yaa.. :D Jujur sih, kalo kami nggak berbeda, mungkin segala sesuatunya bisa terjadi.. :D

Ketika Hati Memutuskan

Tahun 2011, merupakan tahun yang indah buatku,,, dan aku nggak mau bohong soal itu..
Aku jatuh cinta pada sahabatku,yang mungkin sebenernya nggak pantes terjadi..
Sekian lama aku memendam rasa, aku merasa sebenarnya dia tahu apa yang terjadi dengan hatiku, kadang aku pun merasa kalau dia merasakan hal yang sama. Tapi karena nggak pernah diungkapkan, sampai sekarang aku bener-bener nggak tahu bagaimana sebenernya dia kepadaku..

Dia mengajariku begitu banyak hal-hal baru, yang nggak pernah aku tahu sebelumnya.
Memperkenalkan tempat-tempat dan makanan-makanan baru yang mendengarnya saja aku nggak pernah..
Aku merasakan perubahan pada diriku sendiri, dan ada beberapa yang belakangan aku sadari itu nggak baik.. seperti misalnya, aku lebih memilih "jalan" bersama dia daripada teman-temanku.. Padahal dulu waktu aku masih punya pacar, aku nggak akan sekalipun mentingin pacar, daripada temen-temenku..

Sekian lama aku menunggu dari awal aku mulai dekat, (sekitar April 2011) sampai aku pulang ke Medan, tak kunjung ada kepastian. Bahkan segala sesuatunya berubah ketika kami berdua kembali dari liburan singkat kami. Semuanya memudar dari pihaknya.. BBM-an berkurang, ga ada ucapan selamat pagi, nggak ada selamat bekerja, ga ada lg canda-candaan yang kadang bisa bikin aku ngambek.. Saat itu aku merasa sedih, dan kadang bertanya-tanya, kenapa dia bisa berubah sedrastis itu.. Sering aku merindukan masa-masa ketika masih "sangat dekat" dulu..

Semua ketidakpastian itu membuat aku berpikir, sampai kapan aku mau bertahan dengan segala ketidakpastian ini.. Pilihannya cuma 2 : menyatakan, atau mundur pelan-pelan..
Aku nggak berpikir pilihan yang pertama. Dan langsung memutuskan pilihan yang kedua.

Aku menetapkan tenggat waktu untuk diriku sendiri, kalau sampai 31 Desember 2011 tidak ada kepastian atau sesuatu yang terjadi, cukuplah semuanya berakhir sampai disitu.. Jangan berharap lebih lagi untuk hari ke depannya.Dalam masa-masa selang waktu menuju 31 Desember itu, banyak sekali kejadian-kejadian yang aku alami yang tidak jarang membuat aku goyah..Beruntung aku memiliki seorang sahabat yang senantiasa mengingatkan bahwa aku nggak boleh melanggar janji pada diriku sendiri..

Hari demi hari berlalu, harapan itu kian memudar, aku pun pasrah saja dengan keadaan. Karena aku tahu perasaan cinta itu nggak bisa dipaksakan.. Aku pernah berdoa, kalau aku punya pacar lagi, aku minta sama Tuhan, itu yang terakhir, dan jadi pasangan hidupku.. Jadi berpegang pada doaku itu lah aku pasrah menjalani semuanya. Kalaupun bukan dia, aku yakin Tuhan pasti sediakan yang terbaik untuk aku.. :)

Sekarang sudah 11 Januari 2012. Sudah 11 hari berlalu sejak "deadline" itu.. Kadang aku masih merasakan rindu. Aku masih berusaha untuk "move-on". Tapi karena hatiku sudah berkata iya untuk move on, segala sesuatunya terasa lebih baik. Aku lebih "legowo" dan "ikhlas" menjalani semuanya... Masih ada pria yang lebih baik di luar sana (yang selalu kusebut dengan  -sedang dalam proses pengiriman- haha) yang disediakan Tuhan buatku..

Mungkin saat ini kami sedang sama-sama dipersiapkan dan diproses untuk menjadi pasangan yang sepadan satu dengan yang lainnya,,,
Ketika hati memutuskan, maka kau akan punya kekuatan baru untuk melakukannya. :)