Senin, 27 Februari 2012

The Broken Vow...

Sebut saja aku wanita paling bodoh di dunia, yang mau terus berharap tanpa kepastian, dan mematahkan janji yang pernah dibuat untuk diri sendiri... Mungkin memang aku nggak tahu apa yang dia rasakan sebenarnya padaku, tapi aku juga ga mau kehilangan dia, dan semua kenangan indah yang sudah terukir selama ini..
Iya, benar. Aku belum sanggup kehilangan dia sekarang.. Belum sanggup melupakan dia seutuhnya. Belum sanggup untuk berhenti berharap.
Aku nggak pernah punya cukup keberanian untuk mengungkapkannya. Aku terlalu takut memikirkan bagaimana keadaan kami setelah itu.. Padahal kalau dipikir-pikir, daripada aku makan hati terus-terusan, mending segera diselesaikan. Tapi ketakutanku mengalahkan segalanya..

Akhir tahun lalu, aku berjanji pada diriku sendiri, untuk pelan-pelan melepaskan semuanya. Pelan-pelan melupakannya, dan menganggap hubungan yang ada di antara kami itu murni hanya sekedar pertemanan biasa. Aku pikir aku akan bisa bertahan dengan segala keadaan itu, karena dua minggu terakhir di bulan Desember itu kulalui tanpa bertemu dengannya. Begitu pula Januari, ketika kami bertemu di Natal Kantorku..
Aku masih bisa mempertahankan benteng yang kubangun itu..
Namun ternyata aku salah.. Aku tidak cukup kuat membangun benteng itu di atas pasir.. Benteng itu terlalu dekat dengan air..
Setelah perjalanan liburan kami ke Bali, rasa itu muncul lagi..
Benteng itu perlahan-lahan terkikis oleh memori-memori masa lalu, dan asa tentang kepastian yang tak kunjung datang..
Aku tak kuasa berbohong  pada diriku sendiri. Munafik kalau aku bilang ketika di Bali, aku nggak berharap bisa bermesraan dengan dia.. Menikmati liburan seperti pasangan baru yang sedang berkencan. Tapi toh aku menyimpan semua itu dalam hati.. Aku berusaha menjaga persahabatan kami. Aku nggak mau merusak semuanya.. Tapi aku melanggar janji itu...

Setelah itu, terdengarlah kabar bahwa dia harus mengikuti diklat kesamaptaan selama 5 minggu. Aku semakin bingung, sedih, takut. Semua perasaan itu bercampur menjadi satu. Dada ini sesak sekali rasanya.. Aku ingin dia tahu perasaanku.. Cukup tahu, tak bisa memilikinya pun tak apa. Yang penting aku lega, pikirku. Tapi di sisi lain, aku nggak tahu akan seperti apa reaksinya, dan aku nggak Aku membayangkan kalo kami harus semakin jauh.. Dengan keadaan seperti ini saja sebenarnya sudah membuatku cukup sakit.
Aku ingin menangis, ingin teriak..
Aku membutuhkan sahabat-sahabatku saat ini..

Aku ingin memperbaiki janji yang aku patahkan itu. Apa masih mungkin?
Aku bingung... Aku nggak tahu harus berbuat apa....

Sabtu, 25 Februari 2012

I'm Not A Good Liar...

Bohong...
Buat sebagian orang, bohong mungkin hal yang biasa, sampai2 ada yang sangat lihai melakukannya...
Tapi aku, bukan seseorang yang pintar berbohong, oleh karena itu aku nggak terlalu suka berbohong atau mengelak dari sesuatu.. Aku juga bukan pemendam perasaan yang baik.. Apa yang aku rasakan dalam hati, pasti langsung terlihat di wajah ini, ntah itu senang, sedih, marah.. Ekspresif abis deh pokoknya...

Seperti hari ini...
Aku bohong sama orang yang aku sayang... Ngakunya di Cikarang, padahal di Jakarta.. abis boong, bbm nggak dibales baru kelimpungan.. takut ketahuan.. takut disangka gimana2.. Padahal waktu dia bohong, dan ketangkep basah, aku nggak ngapa-ngapain.. tapi cukstau aja..
Merasa bersalah sendiri dan sampe sekarang masih kepikiran.
Padahal kalo orang yang biasa bohong, pasti santai aja kalopun ketahuan..

Bagus juga sih sebenernya sifatku ini, tanda-tanda kalo hati nurani masih berfungsi,,,
Zaman sekarang kan susah cari orang jujur.. hahaha
Tapi kalo soal perasaan, ya ini kebiasaan jelek..
apalagi kalo suka sama seseorang..
Nggak bakal bisa bohong deeeehhh..
Padahal bahaya kan... Perasaan itu sifatnya pribadi pula...
huff...
Really really a bad liar...

Rabu, 22 Februari 2012

Never Mind, I'll Find Someone Like You

Never mind I'll find someone like you,
I wish nothing but the best for you,
Don't forget me I beg, I remember you said
Sometime it lasts in love but sometimes it hurts instead...

itu sepenggal lirik lagunya Adele - Someone like you...
lagu yang kata orang-orang jadi semangat buat move on..
kalo temenku sih bilangnya : Gimana mau move on kalo motivasi kita itu ketemu orang seperti "dia" yg ada di masa lalu? bukannya move on, malah membanding-bandingkan jadinya..
dipikir-pikir bener juga ya... kalo kita maunya seseorang yang sama seperti dia yang ada di masa lalu, pasti kita hanya berfokus pada pencarian pribadi yang seperti itu.. dan nggak jarang stuck dalam bayangan masa lalu, padahal ada orang yang jelas-jelas membuka hatinya untuk kita di depan mata.. menunggu kita membuka lembaran baru...

yang bener itu seharusnya : I'll find someone the best for me...
masalah seperti dia atau enggak kan siapa yang tahu..
yang penting kita mau buka hati dan dengar-dengaran sama Tuhan biar nggak salah pilih jodoh. :D

Minggu, 19 Februari 2012

Jika aku pergi, akankah kau merasa kehilangan?

Aku begitu mencintaimu. Salah? Aku rasa tidak. Cinta bukan sesuatu yang bisa diduga datangnya, mengalir begitu saja, dan bukan pula sesuatu yang bisa dipaksakan..
Namun aku tak tahu, setelah keputusan yang aku buat, hubungan kita seperti semakin intens.. Aku tak mengerti, sebenarnya apa maumu... Dan sebenarnya bagaimana sesungguhnya perasaanmu padaku... Aku ingin tahu.. sungguh ingin tahu...

Aku tahu tak mungkin terus bertahan dengan keadaan seperti ini.. semakin lama semakin banyak orang yang berkomentar tentang kedekatan kita. Mungkin kau bisa diam saja, dan bersikap tenang menghadapi itu semua.. Tapi tidak denganku.. Aku harus selalu mencoba tersenyum setiap kali orang bertanya mau sampai kapan aku menunggu? atau Sudah bagaimana kelanjutan hubungan kalian?? Harus aku jawab apa? Cuma teman? mungkin tak ada yang akan percaya...

Keputusanku untuk move on sepertinya belum sepenuhnya terlaksana.. Aku pergi, tapi hanya sekian langkah dari hadapanmu.. Harus aku akui, masih sulit membayangkan bagaimana hari-hariku tanpa mengingatmu..
Aku tak berani benar-benar beranjak dari sini, tak berani benar-benar terbangun dari mimpi indah. Aku takut kalau aku bangun dan beranjak, semuanya berubah menjadi menyedihkan...

Tapi aku ingin kepastian... Aku ingin tahu siapa aku di matamu..
hanya sekedar teman bersenang-senangkah? teman jalan-jalankah? atau seseorang yang kau anggap penting dalam kehidupanmu?
Apakah kau akan merasa kehilangan kalau aku tidak ada?
Apakah kau akan merindukanku saat aku jauh?
Apakah kau akan mencariku ketika aku tak menghubungimu dalam kurun waktu tertentu?
Aku ingin tahu...