Setelah semua apa yang kamu lakukan padaku, kenapa ya aku masih belum bisa juga move on dari kamu..
Padahal kalo dipikir-pikir, apa juga yang harus aku pertahankan dari kamu.. Kita kenal baru sebentar, ketemu juga baru 3 kali. Aku nggak bener-bener kenal sama kamu, dan kamu juga nggak tahu gimana aku yang sebenarnya..
Dulu, aku berpikir, setelah dia yang aku cinta kembali dari petualangannya, maka aku akan mudah memalingkan diriku lagi darimu, untuk kembali padanya. Namun ternyata, yang terjadi sebaliknya.. Setelah dia kembali, aku ingin lepas sepenuhnya dari dia.. Saat itu aku berharap, kamu yang mampu memalingkan dunia ku untuk membuka lembaran yang baru. Namun ternyata sepertinya mimpi yang kamu punya berbeda..
Setelah aku mulai menaruh harapan itu padamu, kamu mengecewakanku.. Kamu berubah dan tiba-tiba menghilang dari kehidupanku.. Seolah-olah selama ini kamu mengatur dirimu hanya untuk menjadi teman di kala sepiku...
Aku rasa kamu jahat. Kamu nggak pernah mempertimbangkan perasaanku. Dan memikirkan semua kemungkinan yang bakal terjadi selama kamu mencoba mendekatiku, walaupun ternyata itu hanya main-main.
Namun entah mengapa, sampai sekarang, aku masih menaruh harapan itu di hatiku, aku pengen kamu yang ada di sampingku.. Menemaniku, dalam segala situasi dan kondisi.. Aku juga mau menjadi penolongmu...
Tapi aku nggak tahu apa Tuhan akan mengizinkan kita? Atau mungkin kita bukan yang terbaik untuk satu dengan yang lainnya.
Yah, anggap saja aku bodoh. Dengan begitu mudahnya percaya semua gombalanmu. Sesuatu yang nggak pernah aku dapat dari dirinya..
Semua kriteria yang aku harap dia miliki, ada padamu. Tapi kenapa kedewasaan itu nggak ada padamu?
Tuhan, jika boleh aku meminta dia yang menjadi kekasihku....
Minggu, 01 Juli 2012
Kamis, 15 Maret 2012
Ketika Kau Menyapa....
Aku mengenalmu baru 3 minggu.. Kehadiranmu tepat di saat dia yang aku cinta, pergi sejenak demi tugas bela negara.. Namun kenapa, yang 3 minggu ini, kau sudah berhasil membuatku jungkir balik seperti naik halilintar.
Kau ucapkan kata-kata manis, yang indah dibaca dan didengar telinga.. Membuatku senyum-senyum sendiri kalau membacanya.. Barusan kau bilang ingin jadian denganku.. Bukan aku tak mau...
Namun aku takut, perasaanku padamu hanya sementara, karena dia yang aku cinta, sedang pergi untuk sementara.. Aku nggak mau begitu dia kembali, berakhir pula perasaan indah itu padamu.. Aku nggak mau dicap sebagai orang jahat, yang suka mempermainkan perasaan orang lain.. Karena aku tahu sakitnya perasaan yang dipermainkan itu..
Aku hanya ingin kau bersabar, menjalani semuanya pelan-pelan..
Aku hanya ingin menguji perasaanku,, Aku harus memastikan posisiku di mata kalian berdua. Jangan sampai kejadian di masa lalu itu terulang kembali.. Aku nggak mau gagal lagi dalam berpacaran.. Cukup 2x. Dan cukup yang terakhirr kali ini digantung nggak jelas sama orang yang nggak jelas..
Kadang aku merasa, kau seseorang yang dikirimkan Tuhan untuk mengobati kesepianku selama dia pergi.. Tapi aku nggak ingin menyakiti perasaanmu.. Semoga semua harapanmu tentang kita sesuai dengan yang Tuhan inginkan..
Jujur, aku tertarik padamu,, kelucuanmu, gombalanmu,, kenekatanmu.. sesuatu yang sudah lama tidak aku dapatkan.. Tapi biarlah aku uji dulu perasaanku.. Dan kau juga uji perasaanmu.. Toh kita belum pernah bertemu kan.. Semoga pertemuan kita nanti menjadi awal yang baik... :)
Kau ucapkan kata-kata manis, yang indah dibaca dan didengar telinga.. Membuatku senyum-senyum sendiri kalau membacanya.. Barusan kau bilang ingin jadian denganku.. Bukan aku tak mau...
Namun aku takut, perasaanku padamu hanya sementara, karena dia yang aku cinta, sedang pergi untuk sementara.. Aku nggak mau begitu dia kembali, berakhir pula perasaan indah itu padamu.. Aku nggak mau dicap sebagai orang jahat, yang suka mempermainkan perasaan orang lain.. Karena aku tahu sakitnya perasaan yang dipermainkan itu..
Aku hanya ingin kau bersabar, menjalani semuanya pelan-pelan..
Aku hanya ingin menguji perasaanku,, Aku harus memastikan posisiku di mata kalian berdua. Jangan sampai kejadian di masa lalu itu terulang kembali.. Aku nggak mau gagal lagi dalam berpacaran.. Cukup 2x. Dan cukup yang terakhirr kali ini digantung nggak jelas sama orang yang nggak jelas..
Kadang aku merasa, kau seseorang yang dikirimkan Tuhan untuk mengobati kesepianku selama dia pergi.. Tapi aku nggak ingin menyakiti perasaanmu.. Semoga semua harapanmu tentang kita sesuai dengan yang Tuhan inginkan..
Jujur, aku tertarik padamu,, kelucuanmu, gombalanmu,, kenekatanmu.. sesuatu yang sudah lama tidak aku dapatkan.. Tapi biarlah aku uji dulu perasaanku.. Dan kau juga uji perasaanmu.. Toh kita belum pernah bertemu kan.. Semoga pertemuan kita nanti menjadi awal yang baik... :)
Jumat, 09 Maret 2012
Sepanjang Jalan Kenangan....
Entah kenapa beberapa hari ini, aku suka banget ngubek-ngubek profil facebookku dan dia di masa lalu alias jaman jebot.. Semua kenangan itu seolah muncul, dan terputar kembali dalam memori ingatan ini. Ternyata mulai dari 2 tahun lalu pun, sudah ada jalinan komunikasi yang cukup lumayan antara aku dan dia. Walaupun cuma via facebook..
Aku ingin mendokumentasikan beberapa hal-hal lucu yang terjadi satu - dua tahun belakangan ini...
Yang paling tidak bisa aku lupakan sebelum kedekatan kami tahun lalu adalah dia selalu meledekku dengan badanku yang nggak proporsional ini.. Atau keingintahuannya tentang cowok mana yang sedang aku taksir saat itu...
Kira-kira kalau sekarang aku bilang aku naksir dia, dia bakal percaya nggak ya? hahaha..
Aku ingat, pertama kali aku ngambek sama dia itu waktu aku bbman sama dia, dan bilang aku lagi pergi ke PVJ pas jam kantor.. eh,eh, dia langsung ngetwit bawa-bawa nama kantor segala.. ya jelaslah aku marah. kalo dia nyindir aku ya nggak masalah.. ini sampe bawa nama kantor, kan aku jadi malu..
lucuuu deh kalo inget itu.. dia bbm beberapa kali sampe akhirnya aku luluh dan ngebales..
Dia minta maaf terus bilang : Jangan marah-marah yaa.. nanti aku nggak ada temen cerita lagi..
mukaku langsung merona merah kayak tomat.. Malu, tapi melayang.. hahahaha
Terus yang kedua itu lebih lucu lagi. Aku emang belum terlalu terbiasa dengan cara bercandanya yang kadang nggak ada filternya itu.. semuaaaa keluar gitu aja dari mulutnya tanpa mikir gimana perasaan orang yang denger atau baca...
Jadi ceritanya, aku pasang display picture di bbm itu, gambar anjing yang lagi main kardio, dengan tulisan "Must Have Diet", maksudku sih lucu-lucuan, sekalian penyemangat untuk nurunin berat badan ini..
Eh, tiba-tiba dia malah bbm, "Cakap sampah" kontan aku kaget dong..
"Apanya yang cakapp sampah?"
"Itu dp bbmnya"
langsung nggak aku bales lagi..
terus aku nge-twit gini di twitter "I'll never waste my time for a thing like that. Note that"
Kayanya dia langsung ngerasa.. Tapi aku diemin aja, terus dia nanya apa ada salah ngomong?
"aku minta maaf yaaa.."
"aku cuma perlu waktu membiasakan diri dengan candaanmu yang ngga ada filternya itu"
baru deh dia ketawa-ketawa. "Pasti kalo aku ngomong langsung, kau nggak bakalan shock"
aku pikir iya juga kali yaa... hahahaha
Yang ketiga itu.. aku ngambek setelah penempatan.. Pas lagi dapet, hari ketiga aku masuk kantor..
Sebenernya masalahnya simpel... Aku pengen kost, tapi mama nggak ngasih. Aku curhat sama dia, dan dia seolah-olah nyalahin aku, padahal yang dia bilang itu semuanya bener.. Tapi aku nggak sanggup baca kata-katanya yang to the point.. Jadilah aku nangis. Sebenernya nggak beneran ngambek sih.. Tapi karena dia mikir kayak gitu, bolehlah ya aku kerjain dikit-dikit.. hehehe
Dia udah bolak-balik nge-PING!!! minta dibales.. Udah sempet tergoda juga sih.. Tapi aku coba bertahan sampe akhirnya dia nggak berhenti bbm aku dengan mbak, ito, eda, semualah pokoknya, minta maaf.
Siapaaalah yang ga senyum-senyum sendiri kalo digituin.. Nggak jadi marah deh..
Memang nggak bisa marah lama-lama sama dia.. :)
Aku ingin mendokumentasikan beberapa hal-hal lucu yang terjadi satu - dua tahun belakangan ini...
Yang paling tidak bisa aku lupakan sebelum kedekatan kami tahun lalu adalah dia selalu meledekku dengan badanku yang nggak proporsional ini.. Atau keingintahuannya tentang cowok mana yang sedang aku taksir saat itu...
Kira-kira kalau sekarang aku bilang aku naksir dia, dia bakal percaya nggak ya? hahaha..
Aku ingat, pertama kali aku ngambek sama dia itu waktu aku bbman sama dia, dan bilang aku lagi pergi ke PVJ pas jam kantor.. eh,eh, dia langsung ngetwit bawa-bawa nama kantor segala.. ya jelaslah aku marah. kalo dia nyindir aku ya nggak masalah.. ini sampe bawa nama kantor, kan aku jadi malu..
lucuuu deh kalo inget itu.. dia bbm beberapa kali sampe akhirnya aku luluh dan ngebales..
Dia minta maaf terus bilang : Jangan marah-marah yaa.. nanti aku nggak ada temen cerita lagi..
mukaku langsung merona merah kayak tomat.. Malu, tapi melayang.. hahahaha
Terus yang kedua itu lebih lucu lagi. Aku emang belum terlalu terbiasa dengan cara bercandanya yang kadang nggak ada filternya itu.. semuaaaa keluar gitu aja dari mulutnya tanpa mikir gimana perasaan orang yang denger atau baca...
Jadi ceritanya, aku pasang display picture di bbm itu, gambar anjing yang lagi main kardio, dengan tulisan "Must Have Diet", maksudku sih lucu-lucuan, sekalian penyemangat untuk nurunin berat badan ini..
Eh, tiba-tiba dia malah bbm, "Cakap sampah" kontan aku kaget dong..
"Apanya yang cakapp sampah?"
"Itu dp bbmnya"
langsung nggak aku bales lagi..
terus aku nge-twit gini di twitter "I'll never waste my time for a thing like that. Note that"
Kayanya dia langsung ngerasa.. Tapi aku diemin aja, terus dia nanya apa ada salah ngomong?
"aku minta maaf yaaa.."
"aku cuma perlu waktu membiasakan diri dengan candaanmu yang ngga ada filternya itu"
baru deh dia ketawa-ketawa. "Pasti kalo aku ngomong langsung, kau nggak bakalan shock"
aku pikir iya juga kali yaa... hahahaha
Yang ketiga itu.. aku ngambek setelah penempatan.. Pas lagi dapet, hari ketiga aku masuk kantor..
Sebenernya masalahnya simpel... Aku pengen kost, tapi mama nggak ngasih. Aku curhat sama dia, dan dia seolah-olah nyalahin aku, padahal yang dia bilang itu semuanya bener.. Tapi aku nggak sanggup baca kata-katanya yang to the point.. Jadilah aku nangis. Sebenernya nggak beneran ngambek sih.. Tapi karena dia mikir kayak gitu, bolehlah ya aku kerjain dikit-dikit.. hehehe
Dia udah bolak-balik nge-PING!!! minta dibales.. Udah sempet tergoda juga sih.. Tapi aku coba bertahan sampe akhirnya dia nggak berhenti bbm aku dengan mbak, ito, eda, semualah pokoknya, minta maaf.
Siapaaalah yang ga senyum-senyum sendiri kalo digituin.. Nggak jadi marah deh..
Memang nggak bisa marah lama-lama sama dia.. :)
kira-kira kamu masih inget dengan semua itu nggak? Buatku, semua itu sekarang menjadi memori indah yang nggak akan aku lupain. kamu udah jadi bagian indah dalam hidupku. Terima kasih untuk semua kenangan yang tercipta selama aku mengenalmu, dan selama kita bersama. Kalaupun kita nggak ditakdirkan untuk bersatu, biarlah aku menyimpan kenangan ini dalam hati saja.. :)
Kamis, 08 Maret 2012
Sepucuk Rindu Untukmu
Hari ini hari keempat diklat kesamaptaannya. Hari kelima dia masuk asrama, dan hari kesebelas aku nggak melihat wajahnya yang ngangenin itu.
Sedih? Iya. Takut? Juga iya.. Rindu? Jelaslah.. Kapan sih aku nggak merindukan dia?
Seperti malam ini ditemani lagu-lagu galau sepanjang masa, aku menulis sepucuk surat rindu untuk dia yang ada di sana...
Hei tampan, apa kabarmu?
Gimana samaptanya? Mudah-mudahan menyenangkan ya.. Aku tau pasti melelahkan buatmu.. Tapi aku harap kau tetap semangat dan enjoy menjalaninya..
Udah lima hari ini kita nggak komunikasi ya.. Aku kangen.. Aku pengen cerita-cerita..
Banyak banget hal-hal yang terjadi waktu kamu nggak ada..
Minggu ketiga nanti boleh nggak aku jenguk kamu? Aku pengen ketemu sebentaaaaar ajaaa..
Tapi aku takut kamu nggak suka kalo aku dateng.
Aku harap kamu tetap kuat sampai akhir ya..
Aku selalu mendoakanmu dari sini..
Jaga kesehatan ya sayang..
Miss you, my McD... :)
Bintang malam katakan padanya, aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi sampaikan padanya, biar kudekap erat waktu dingin membelenggunya..
Tahukah engkau wahai langit, kuingin bertemu membelai wajahnya..
Kan kupasang hiasan angkasa yang terindah, hanya untuk dirinya..
Lagu rindu ini kuciptakan hanya untuk bidadara hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana,
Izinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan...
Sedih? Iya. Takut? Juga iya.. Rindu? Jelaslah.. Kapan sih aku nggak merindukan dia?
Seperti malam ini ditemani lagu-lagu galau sepanjang masa, aku menulis sepucuk surat rindu untuk dia yang ada di sana...
Hei tampan, apa kabarmu?
Gimana samaptanya? Mudah-mudahan menyenangkan ya.. Aku tau pasti melelahkan buatmu.. Tapi aku harap kau tetap semangat dan enjoy menjalaninya..
Udah lima hari ini kita nggak komunikasi ya.. Aku kangen.. Aku pengen cerita-cerita..
Banyak banget hal-hal yang terjadi waktu kamu nggak ada..
Minggu ketiga nanti boleh nggak aku jenguk kamu? Aku pengen ketemu sebentaaaaar ajaaa..
Tapi aku takut kamu nggak suka kalo aku dateng.
Aku harap kamu tetap kuat sampai akhir ya..
Aku selalu mendoakanmu dari sini..
Jaga kesehatan ya sayang..
Miss you, my McD... :)
Tuhan, tolong jagain dia buat aku ya.. Semoga dia tetap bertahan sampai selesai. Beri dia kekuatan ekstra, dan kesehatan dalam menjalani semuanya ya Tuhan..Aku sayaaaaang banget sama dia... <3 you, McD...
Bintang malam katakan padanya, aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi sampaikan padanya, biar kudekap erat waktu dingin membelenggunya..
Tahukah engkau wahai langit, kuingin bertemu membelai wajahnya..
Kan kupasang hiasan angkasa yang terindah, hanya untuk dirinya..
Lagu rindu ini kuciptakan hanya untuk bidadara hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana,
Izinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan...
Rabu, 07 Maret 2012
Apalah Arti Menunggu??
Telah lama aku bertahan, demi cinta wujudkan sebuah harapan..
Namun kurasa cukup kumenunggu, semua rasa tlah hilang..
Sekarang aku tersadar, cinta yang kutunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu bila kamu tak cinta lagi...
Dahulu kaulah segalanya, dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
Namun sekarang aku mengerti, tak perlu kumenunggu sebuah cinta yang semu...
Dulu, pernah liat sekilas lagu ini di tv, tapi nggak ngeh dengan liriknya, dan nggak penasaran untuk pengen tahu makna di balik liriknya. Padahal para galauers di twitland selalu menjadikan lagu ini sebagai andalan kalau mereka lagi galau..
Aku justru baru penasaran sama lagu ini setelah Liburan di Bali..
Dia, selalu nyanyiin lagu ini kalau lagi nyetir motor. Aku yang diboncengan otomatis denger doong,, trus dikit-dikit ikutan nyanyi..
Waktu lagi nyetir mobil, nyalain radio,kebetulan muter lagu ini.. tapi sepotong-sepotong aja... Dari situ aku bertekad nyari lagu ini begitu balik ke Jakarta.
Setelah mendownload dan memaknai isinya, ternyata lagu ini "GUE BANGET".
Lagu ini ngegambarin suasana kehidupan percintaan gue dengan dia, dimana posisi gue udah capek nunggu dan lama kelamaan ilfeel, dan sadar kalo ternyata harapan gue selama ini tuh semu...
Dalam hati aku menggumam : Sebenernya yang paling pas nyanyi lagu ini tuh gue kaleee, bukan lo!!
Sekarang lagu ini yang jadi andalanku kalau lagi galau..
Untuk ngingetin, kalo cinta yang aku harapkan itu sia-sia..
Sama aja kayak lagu "Mau Dibawa Kemana". bedanya suasana lagu ini mellow, kalo yang itu masih bisa diajak bercanda..
Sekarang udah nggak ada lagi alasan untuk menunggu yang nggak pasti..
Harus move on..
Namun kurasa cukup kumenunggu, semua rasa tlah hilang..
Sekarang aku tersadar, cinta yang kutunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu bila kamu tak cinta lagi...
Dahulu kaulah segalanya, dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
Namun sekarang aku mengerti, tak perlu kumenunggu sebuah cinta yang semu...
Dulu, pernah liat sekilas lagu ini di tv, tapi nggak ngeh dengan liriknya, dan nggak penasaran untuk pengen tahu makna di balik liriknya. Padahal para galauers di twitland selalu menjadikan lagu ini sebagai andalan kalau mereka lagi galau..
Aku justru baru penasaran sama lagu ini setelah Liburan di Bali..
Dia, selalu nyanyiin lagu ini kalau lagi nyetir motor. Aku yang diboncengan otomatis denger doong,, trus dikit-dikit ikutan nyanyi..
Waktu lagi nyetir mobil, nyalain radio,kebetulan muter lagu ini.. tapi sepotong-sepotong aja... Dari situ aku bertekad nyari lagu ini begitu balik ke Jakarta.
Setelah mendownload dan memaknai isinya, ternyata lagu ini "GUE BANGET".
Lagu ini ngegambarin suasana kehidupan percintaan gue dengan dia, dimana posisi gue udah capek nunggu dan lama kelamaan ilfeel, dan sadar kalo ternyata harapan gue selama ini tuh semu...
Dalam hati aku menggumam : Sebenernya yang paling pas nyanyi lagu ini tuh gue kaleee, bukan lo!!
Sekarang lagu ini yang jadi andalanku kalau lagi galau..
Untuk ngingetin, kalo cinta yang aku harapkan itu sia-sia..
Sama aja kayak lagu "Mau Dibawa Kemana". bedanya suasana lagu ini mellow, kalo yang itu masih bisa diajak bercanda..
Sekarang udah nggak ada lagi alasan untuk menunggu yang nggak pasti..
Harus move on..
Apalah arti aku menunggu bila kamu tak cinta lagi....
Senin, 27 Februari 2012
The Broken Vow...
Sebut saja aku wanita paling bodoh di dunia, yang mau terus berharap tanpa kepastian, dan mematahkan janji yang pernah dibuat untuk diri sendiri... Mungkin memang aku nggak tahu apa yang dia rasakan sebenarnya padaku, tapi aku juga ga mau kehilangan dia, dan semua kenangan indah yang sudah terukir selama ini..
Iya, benar. Aku belum sanggup kehilangan dia sekarang.. Belum sanggup melupakan dia seutuhnya. Belum sanggup untuk berhenti berharap.
Aku nggak pernah punya cukup keberanian untuk mengungkapkannya. Aku terlalu takut memikirkan bagaimana keadaan kami setelah itu.. Padahal kalau dipikir-pikir, daripada aku makan hati terus-terusan, mending segera diselesaikan. Tapi ketakutanku mengalahkan segalanya..
Akhir tahun lalu, aku berjanji pada diriku sendiri, untuk pelan-pelan melepaskan semuanya. Pelan-pelan melupakannya, dan menganggap hubungan yang ada di antara kami itu murni hanya sekedar pertemanan biasa. Aku pikir aku akan bisa bertahan dengan segala keadaan itu, karena dua minggu terakhir di bulan Desember itu kulalui tanpa bertemu dengannya. Begitu pula Januari, ketika kami bertemu di Natal Kantorku..
Aku masih bisa mempertahankan benteng yang kubangun itu..
Namun ternyata aku salah.. Aku tidak cukup kuat membangun benteng itu di atas pasir.. Benteng itu terlalu dekat dengan air..
Setelah perjalanan liburan kami ke Bali, rasa itu muncul lagi..
Benteng itu perlahan-lahan terkikis oleh memori-memori masa lalu, dan asa tentang kepastian yang tak kunjung datang..
Aku tak kuasa berbohong pada diriku sendiri. Munafik kalau aku bilang ketika di Bali, aku nggak berharap bisa bermesraan dengan dia.. Menikmati liburan seperti pasangan baru yang sedang berkencan. Tapi toh aku menyimpan semua itu dalam hati.. Aku berusaha menjaga persahabatan kami. Aku nggak mau merusak semuanya.. Tapi aku melanggar janji itu...
Setelah itu, terdengarlah kabar bahwa dia harus mengikuti diklat kesamaptaan selama 5 minggu. Aku semakin bingung, sedih, takut. Semua perasaan itu bercampur menjadi satu. Dada ini sesak sekali rasanya.. Aku ingin dia tahu perasaanku.. Cukup tahu, tak bisa memilikinya pun tak apa. Yang penting aku lega, pikirku. Tapi di sisi lain, aku nggak tahu akan seperti apa reaksinya, dan aku nggak Aku membayangkan kalo kami harus semakin jauh.. Dengan keadaan seperti ini saja sebenarnya sudah membuatku cukup sakit.
Aku ingin menangis, ingin teriak..
Aku membutuhkan sahabat-sahabatku saat ini..
Aku ingin memperbaiki janji yang aku patahkan itu. Apa masih mungkin?
Aku bingung... Aku nggak tahu harus berbuat apa....
Iya, benar. Aku belum sanggup kehilangan dia sekarang.. Belum sanggup melupakan dia seutuhnya. Belum sanggup untuk berhenti berharap.
Aku nggak pernah punya cukup keberanian untuk mengungkapkannya. Aku terlalu takut memikirkan bagaimana keadaan kami setelah itu.. Padahal kalau dipikir-pikir, daripada aku makan hati terus-terusan, mending segera diselesaikan. Tapi ketakutanku mengalahkan segalanya..
Akhir tahun lalu, aku berjanji pada diriku sendiri, untuk pelan-pelan melepaskan semuanya. Pelan-pelan melupakannya, dan menganggap hubungan yang ada di antara kami itu murni hanya sekedar pertemanan biasa. Aku pikir aku akan bisa bertahan dengan segala keadaan itu, karena dua minggu terakhir di bulan Desember itu kulalui tanpa bertemu dengannya. Begitu pula Januari, ketika kami bertemu di Natal Kantorku..
Aku masih bisa mempertahankan benteng yang kubangun itu..
Namun ternyata aku salah.. Aku tidak cukup kuat membangun benteng itu di atas pasir.. Benteng itu terlalu dekat dengan air..
Setelah perjalanan liburan kami ke Bali, rasa itu muncul lagi..
Benteng itu perlahan-lahan terkikis oleh memori-memori masa lalu, dan asa tentang kepastian yang tak kunjung datang..
Aku tak kuasa berbohong pada diriku sendiri. Munafik kalau aku bilang ketika di Bali, aku nggak berharap bisa bermesraan dengan dia.. Menikmati liburan seperti pasangan baru yang sedang berkencan. Tapi toh aku menyimpan semua itu dalam hati.. Aku berusaha menjaga persahabatan kami. Aku nggak mau merusak semuanya.. Tapi aku melanggar janji itu...
Setelah itu, terdengarlah kabar bahwa dia harus mengikuti diklat kesamaptaan selama 5 minggu. Aku semakin bingung, sedih, takut. Semua perasaan itu bercampur menjadi satu. Dada ini sesak sekali rasanya.. Aku ingin dia tahu perasaanku.. Cukup tahu, tak bisa memilikinya pun tak apa. Yang penting aku lega, pikirku. Tapi di sisi lain, aku nggak tahu akan seperti apa reaksinya, dan aku nggak Aku membayangkan kalo kami harus semakin jauh.. Dengan keadaan seperti ini saja sebenarnya sudah membuatku cukup sakit.
Aku ingin menangis, ingin teriak..
Aku membutuhkan sahabat-sahabatku saat ini..
Aku ingin memperbaiki janji yang aku patahkan itu. Apa masih mungkin?
Aku bingung... Aku nggak tahu harus berbuat apa....
Sabtu, 25 Februari 2012
I'm Not A Good Liar...
Bohong...
Buat sebagian orang, bohong mungkin hal yang biasa, sampai2 ada yang sangat lihai melakukannya...
Tapi aku, bukan seseorang yang pintar berbohong, oleh karena itu aku nggak terlalu suka berbohong atau mengelak dari sesuatu.. Aku juga bukan pemendam perasaan yang baik.. Apa yang aku rasakan dalam hati, pasti langsung terlihat di wajah ini, ntah itu senang, sedih, marah.. Ekspresif abis deh pokoknya...
Seperti hari ini...
Aku bohong sama orang yang aku sayang... Ngakunya di Cikarang, padahal di Jakarta.. abis boong, bbm nggak dibales baru kelimpungan.. takut ketahuan.. takut disangka gimana2.. Padahal waktu dia bohong, dan ketangkep basah, aku nggak ngapa-ngapain.. tapi cukstau aja..
Merasa bersalah sendiri dan sampe sekarang masih kepikiran.
Padahal kalo orang yang biasa bohong, pasti santai aja kalopun ketahuan..
Bagus juga sih sebenernya sifatku ini, tanda-tanda kalo hati nurani masih berfungsi,,,
Zaman sekarang kan susah cari orang jujur.. hahaha
Tapi kalo soal perasaan, ya ini kebiasaan jelek..
apalagi kalo suka sama seseorang..
Nggak bakal bisa bohong deeeehhh..
Padahal bahaya kan... Perasaan itu sifatnya pribadi pula...
huff...
Really really a bad liar...
Buat sebagian orang, bohong mungkin hal yang biasa, sampai2 ada yang sangat lihai melakukannya...
Tapi aku, bukan seseorang yang pintar berbohong, oleh karena itu aku nggak terlalu suka berbohong atau mengelak dari sesuatu.. Aku juga bukan pemendam perasaan yang baik.. Apa yang aku rasakan dalam hati, pasti langsung terlihat di wajah ini, ntah itu senang, sedih, marah.. Ekspresif abis deh pokoknya...
Seperti hari ini...
Aku bohong sama orang yang aku sayang... Ngakunya di Cikarang, padahal di Jakarta.. abis boong, bbm nggak dibales baru kelimpungan.. takut ketahuan.. takut disangka gimana2.. Padahal waktu dia bohong, dan ketangkep basah, aku nggak ngapa-ngapain.. tapi cukstau aja..
Merasa bersalah sendiri dan sampe sekarang masih kepikiran.
Padahal kalo orang yang biasa bohong, pasti santai aja kalopun ketahuan..
Bagus juga sih sebenernya sifatku ini, tanda-tanda kalo hati nurani masih berfungsi,,,
Zaman sekarang kan susah cari orang jujur.. hahaha
Tapi kalo soal perasaan, ya ini kebiasaan jelek..
apalagi kalo suka sama seseorang..
Nggak bakal bisa bohong deeeehhh..
Padahal bahaya kan... Perasaan itu sifatnya pribadi pula...
huff...
Really really a bad liar...
Rabu, 22 Februari 2012
Never Mind, I'll Find Someone Like You
Never mind I'll find someone like you,
I wish nothing but the best for you,
Don't forget me I beg, I remember you said
Sometime it lasts in love but sometimes it hurts instead...
itu sepenggal lirik lagunya Adele - Someone like you...
lagu yang kata orang-orang jadi semangat buat move on..
kalo temenku sih bilangnya : Gimana mau move on kalo motivasi kita itu ketemu orang seperti "dia" yg ada di masa lalu? bukannya move on, malah membanding-bandingkan jadinya..
dipikir-pikir bener juga ya... kalo kita maunya seseorang yang sama seperti dia yang ada di masa lalu, pasti kita hanya berfokus pada pencarian pribadi yang seperti itu.. dan nggak jarang stuck dalam bayangan masa lalu, padahal ada orang yang jelas-jelas membuka hatinya untuk kita di depan mata.. menunggu kita membuka lembaran baru...
yang bener itu seharusnya : I'll find someone the best for me...
masalah seperti dia atau enggak kan siapa yang tahu..
yang penting kita mau buka hati dan dengar-dengaran sama Tuhan biar nggak salah pilih jodoh. :D
I wish nothing but the best for you,
Don't forget me I beg, I remember you said
Sometime it lasts in love but sometimes it hurts instead...
itu sepenggal lirik lagunya Adele - Someone like you...
lagu yang kata orang-orang jadi semangat buat move on..
kalo temenku sih bilangnya : Gimana mau move on kalo motivasi kita itu ketemu orang seperti "dia" yg ada di masa lalu? bukannya move on, malah membanding-bandingkan jadinya..
dipikir-pikir bener juga ya... kalo kita maunya seseorang yang sama seperti dia yang ada di masa lalu, pasti kita hanya berfokus pada pencarian pribadi yang seperti itu.. dan nggak jarang stuck dalam bayangan masa lalu, padahal ada orang yang jelas-jelas membuka hatinya untuk kita di depan mata.. menunggu kita membuka lembaran baru...
yang bener itu seharusnya : I'll find someone the best for me...
masalah seperti dia atau enggak kan siapa yang tahu..
yang penting kita mau buka hati dan dengar-dengaran sama Tuhan biar nggak salah pilih jodoh. :D
Minggu, 19 Februari 2012
Jika aku pergi, akankah kau merasa kehilangan?
Aku begitu mencintaimu. Salah? Aku rasa tidak. Cinta bukan sesuatu yang bisa diduga datangnya, mengalir begitu saja, dan bukan pula sesuatu yang bisa dipaksakan..
Namun aku tak tahu, setelah keputusan yang aku buat, hubungan kita seperti semakin intens.. Aku tak mengerti, sebenarnya apa maumu... Dan sebenarnya bagaimana sesungguhnya perasaanmu padaku... Aku ingin tahu.. sungguh ingin tahu...
Aku tahu tak mungkin terus bertahan dengan keadaan seperti ini.. semakin lama semakin banyak orang yang berkomentar tentang kedekatan kita. Mungkin kau bisa diam saja, dan bersikap tenang menghadapi itu semua.. Tapi tidak denganku.. Aku harus selalu mencoba tersenyum setiap kali orang bertanya mau sampai kapan aku menunggu? atau Sudah bagaimana kelanjutan hubungan kalian?? Harus aku jawab apa? Cuma teman? mungkin tak ada yang akan percaya...
Keputusanku untuk move on sepertinya belum sepenuhnya terlaksana.. Aku pergi, tapi hanya sekian langkah dari hadapanmu.. Harus aku akui, masih sulit membayangkan bagaimana hari-hariku tanpa mengingatmu..
Aku tak berani benar-benar beranjak dari sini, tak berani benar-benar terbangun dari mimpi indah. Aku takut kalau aku bangun dan beranjak, semuanya berubah menjadi menyedihkan...
Tapi aku ingin kepastian... Aku ingin tahu siapa aku di matamu..
hanya sekedar teman bersenang-senangkah? teman jalan-jalankah? atau seseorang yang kau anggap penting dalam kehidupanmu?
Apakah kau akan merasa kehilangan kalau aku tidak ada?
Apakah kau akan merindukanku saat aku jauh?
Apakah kau akan mencariku ketika aku tak menghubungimu dalam kurun waktu tertentu?
Aku ingin tahu...
Namun aku tak tahu, setelah keputusan yang aku buat, hubungan kita seperti semakin intens.. Aku tak mengerti, sebenarnya apa maumu... Dan sebenarnya bagaimana sesungguhnya perasaanmu padaku... Aku ingin tahu.. sungguh ingin tahu...
Aku tahu tak mungkin terus bertahan dengan keadaan seperti ini.. semakin lama semakin banyak orang yang berkomentar tentang kedekatan kita. Mungkin kau bisa diam saja, dan bersikap tenang menghadapi itu semua.. Tapi tidak denganku.. Aku harus selalu mencoba tersenyum setiap kali orang bertanya mau sampai kapan aku menunggu? atau Sudah bagaimana kelanjutan hubungan kalian?? Harus aku jawab apa? Cuma teman? mungkin tak ada yang akan percaya...
Keputusanku untuk move on sepertinya belum sepenuhnya terlaksana.. Aku pergi, tapi hanya sekian langkah dari hadapanmu.. Harus aku akui, masih sulit membayangkan bagaimana hari-hariku tanpa mengingatmu..
Aku tak berani benar-benar beranjak dari sini, tak berani benar-benar terbangun dari mimpi indah. Aku takut kalau aku bangun dan beranjak, semuanya berubah menjadi menyedihkan...
Tapi aku ingin kepastian... Aku ingin tahu siapa aku di matamu..
hanya sekedar teman bersenang-senangkah? teman jalan-jalankah? atau seseorang yang kau anggap penting dalam kehidupanmu?
Apakah kau akan merasa kehilangan kalau aku tidak ada?
Apakah kau akan merindukanku saat aku jauh?
Apakah kau akan mencariku ketika aku tak menghubungimu dalam kurun waktu tertentu?
Aku ingin tahu...
Rabu, 11 Januari 2012
Kaleidoskop 2011 - Semester Kedua
Juli 2011 - Pengumuman penempatan yang Puji Tuhan sesuai harapan, walaupun agak melenceng sedikit.. Cita-cita untuk berkantor di Jawa Barat tercapai. Kota Cikarang menjadi tempat yang ditetapkan Tuhan untuk membentuk aku dalam pekerjaan.. :) Sebenarnya waktu itu kegiranganku bertambah karena kantor kami tidak begitu jauh.. Dan aku pun semakin mudah mendapatkan akses ke Jakarta.
Agustus 2011 - Pulang yang pertama setelah penempatan, akhirnya kesampaian juga punya SIM A. hahahaha.. Meskipun di rumah tidak terlalu lama, setidaknya cukuplah mengobati kerinduan selama 9 bulan nggak ketemu mama.. :)
September - November 2011- Diklat Teknis di Kemanggisan. Reuni kecil-kecilan setelah penempatan. ketika semua yang muda punya uang, maka bisa dibayangkan apa yang terjadi. belanja, belanja, dan bersenang-senang. hanya itu yang ada di pikiran mereka. semua berlomba membeli gadget terbaru agar nggak kalah saing dengan teman-teman yang lain... :)
Desember 2011 - Menuju Puncak dengan mengendarai sepeda motor itu super sekali rasanya.. menempuh hujan dingin dan kabut. tapi puas sekali rasanya. Bulan ini menjadi bulan yang penuh dengan kenangan-kenangan manis yang nggak akan habis kalo diceritain satu persatu... apalagi kenang-kenangan hari natal waktu aku ditabrak motor tepat setelah pulang gereja.. rasanya gimanaaaaa gitu.. :D :D
Tapi kesimpulan secara keseluruhan, Tuhan udah baik banget sama aku selama 2011, dan aku yakin penyertaanNya akan terus ada di tahun ini bahkan sampai selamanya.. :)
Agustus 2011 - Pulang yang pertama setelah penempatan, akhirnya kesampaian juga punya SIM A. hahahaha.. Meskipun di rumah tidak terlalu lama, setidaknya cukuplah mengobati kerinduan selama 9 bulan nggak ketemu mama.. :)
September - November 2011- Diklat Teknis di Kemanggisan. Reuni kecil-kecilan setelah penempatan. ketika semua yang muda punya uang, maka bisa dibayangkan apa yang terjadi. belanja, belanja, dan bersenang-senang. hanya itu yang ada di pikiran mereka. semua berlomba membeli gadget terbaru agar nggak kalah saing dengan teman-teman yang lain... :)
Desember 2011 - Menuju Puncak dengan mengendarai sepeda motor itu super sekali rasanya.. menempuh hujan dingin dan kabut. tapi puas sekali rasanya. Bulan ini menjadi bulan yang penuh dengan kenangan-kenangan manis yang nggak akan habis kalo diceritain satu persatu... apalagi kenang-kenangan hari natal waktu aku ditabrak motor tepat setelah pulang gereja.. rasanya gimanaaaaa gitu.. :D :D
Tapi kesimpulan secara keseluruhan, Tuhan udah baik banget sama aku selama 2011, dan aku yakin penyertaanNya akan terus ada di tahun ini bahkan sampai selamanya.. :)
Kaleidoskop 2011 - Semester Pertama
Januari 2011, aku mengawali tahun baru 2011 di rumah orang yang mungkin termasuk saudara jauh, dan tidak dekat denganku. hanya karena aku menumpang di rumah paman, makanya aku bisa ikut dalam acara mereka. Jauh dari keluargaku sendiri karena konsekuensi memilih tempat magang di luar Pulau Sumatera. Seminggu kemudian, aku menabrak mobil orang dan membuat sedikit kerusakan yang menghasilkan kerugian yang nggak sedikit. Untung kakakku pengertian. Walaupun setelah saat itu aku nggak berani lagi pinjem mobil abang.. haha..
Seminggu kemudian aku berkunjung ke Jakarta untuk menghadiri Natal Kantor Pusat DJP. Dan pada 29 Januari, aku menghadiri natal kampus STAN di GKI Pondok Indah..
Februari 2011, Umurku bertambah satu tahun. Dua puluh satu. Nggak terasa. Begitu banyak ucapan yang aku dapatkan dari orang-orang terdekat dan terkasih, juga dari teman-teman semuanya. Pertama kalinya aku berbagi dengan keluargaku saat aku berulang tahun. Senang rasanya melihat keponakanku gembira dengan ayam goreng yang dibawa pulang oleh bou-nya.. :)
Maret 2011, saat sibuk-sibuknya pelaporan SPT Tahunan di kantorku.. kerjaan menumpuk memaksa kami untuk lembur. Namun semuanya aku kerjakan dengan senang hati. Apalagi itu pengalaman bekerjaku yang pertama.
April 2011, bulan yang mengesankan buatku... diajak jalan-jalan sama si dia, hujan-hujanan di kota Bandung yang terkenal dingin. Alhasil ya kedinginan. :D Dia yang nggak jadi ke gereja, kalo aku sih so pasti udah,, :p
Semuanya terasa begitu menyenangkan.. :)
Mei 2011, pertama kalinya dalam hidupku, diajak nonton karnaval dan pesta kembang api oleh seorang cowok. Jujur, aku sangat mempersiapkan diri ketika akan ke Jakarta untuk ocassion ini, sampai semua temen magang sekantor ikutan heboh milih-milih baju.. hahaha
Itu karnaval terindah yang pernah aku lihat (ya iyalah, baru sekali ini). walaupun kostumnya banting banget,, (ngakak deh kalo inget itu). Aku berterima kasih banyak sama dia yang udah mengijinkan aku ikut menyaksikannya.. :)
Juni 2011, diklat Prajabatan. Bertemu dengan teman-teman baru stok lama. Yang nggak pernah ketemu di kampus, akhirnya kenalan di BDK Cimahi. Sempat suk-lok malah. (bukan cinlok yaaa hahaa). Untungnya hanya sesaat. Soalnya kalo keterusan kan bisa bahaya yaa.. :D Jujur sih, kalo kami nggak berbeda, mungkin segala sesuatunya bisa terjadi.. :D
Seminggu kemudian aku berkunjung ke Jakarta untuk menghadiri Natal Kantor Pusat DJP. Dan pada 29 Januari, aku menghadiri natal kampus STAN di GKI Pondok Indah..
Februari 2011, Umurku bertambah satu tahun. Dua puluh satu. Nggak terasa. Begitu banyak ucapan yang aku dapatkan dari orang-orang terdekat dan terkasih, juga dari teman-teman semuanya. Pertama kalinya aku berbagi dengan keluargaku saat aku berulang tahun. Senang rasanya melihat keponakanku gembira dengan ayam goreng yang dibawa pulang oleh bou-nya.. :)
Maret 2011, saat sibuk-sibuknya pelaporan SPT Tahunan di kantorku.. kerjaan menumpuk memaksa kami untuk lembur. Namun semuanya aku kerjakan dengan senang hati. Apalagi itu pengalaman bekerjaku yang pertama.
April 2011, bulan yang mengesankan buatku... diajak jalan-jalan sama si dia, hujan-hujanan di kota Bandung yang terkenal dingin. Alhasil ya kedinginan. :D Dia yang nggak jadi ke gereja, kalo aku sih so pasti udah,, :p
Semuanya terasa begitu menyenangkan.. :)
Mei 2011, pertama kalinya dalam hidupku, diajak nonton karnaval dan pesta kembang api oleh seorang cowok. Jujur, aku sangat mempersiapkan diri ketika akan ke Jakarta untuk ocassion ini, sampai semua temen magang sekantor ikutan heboh milih-milih baju.. hahaha
Itu karnaval terindah yang pernah aku lihat (ya iyalah, baru sekali ini). walaupun kostumnya banting banget,, (ngakak deh kalo inget itu). Aku berterima kasih banyak sama dia yang udah mengijinkan aku ikut menyaksikannya.. :)
Juni 2011, diklat Prajabatan. Bertemu dengan teman-teman baru stok lama. Yang nggak pernah ketemu di kampus, akhirnya kenalan di BDK Cimahi. Sempat suk-lok malah. (bukan cinlok yaaa hahaa). Untungnya hanya sesaat. Soalnya kalo keterusan kan bisa bahaya yaa.. :D Jujur sih, kalo kami nggak berbeda, mungkin segala sesuatunya bisa terjadi.. :D
Ketika Hati Memutuskan
Tahun 2011, merupakan tahun yang indah buatku,,, dan aku nggak mau bohong soal itu..
Aku jatuh cinta pada sahabatku,yang mungkin sebenernya nggak pantes terjadi..
Sekian lama aku memendam rasa, aku merasa sebenarnya dia tahu apa yang terjadi dengan hatiku, kadang aku pun merasa kalau dia merasakan hal yang sama. Tapi karena nggak pernah diungkapkan, sampai sekarang aku bener-bener nggak tahu bagaimana sebenernya dia kepadaku..
Dia mengajariku begitu banyak hal-hal baru, yang nggak pernah aku tahu sebelumnya.
Memperkenalkan tempat-tempat dan makanan-makanan baru yang mendengarnya saja aku nggak pernah..
Aku merasakan perubahan pada diriku sendiri, dan ada beberapa yang belakangan aku sadari itu nggak baik.. seperti misalnya, aku lebih memilih "jalan" bersama dia daripada teman-temanku.. Padahal dulu waktu aku masih punya pacar, aku nggak akan sekalipun mentingin pacar, daripada temen-temenku..
Sekian lama aku menunggu dari awal aku mulai dekat, (sekitar April 2011) sampai aku pulang ke Medan, tak kunjung ada kepastian. Bahkan segala sesuatunya berubah ketika kami berdua kembali dari liburan singkat kami. Semuanya memudar dari pihaknya.. BBM-an berkurang, ga ada ucapan selamat pagi, nggak ada selamat bekerja, ga ada lg canda-candaan yang kadang bisa bikin aku ngambek.. Saat itu aku merasa sedih, dan kadang bertanya-tanya, kenapa dia bisa berubah sedrastis itu.. Sering aku merindukan masa-masa ketika masih "sangat dekat" dulu..
Semua ketidakpastian itu membuat aku berpikir, sampai kapan aku mau bertahan dengan segala ketidakpastian ini.. Pilihannya cuma 2 : menyatakan, atau mundur pelan-pelan..
Aku nggak berpikir pilihan yang pertama. Dan langsung memutuskan pilihan yang kedua.
Aku menetapkan tenggat waktu untuk diriku sendiri, kalau sampai 31 Desember 2011 tidak ada kepastian atau sesuatu yang terjadi, cukuplah semuanya berakhir sampai disitu.. Jangan berharap lebih lagi untuk hari ke depannya.Dalam masa-masa selang waktu menuju 31 Desember itu, banyak sekali kejadian-kejadian yang aku alami yang tidak jarang membuat aku goyah..Beruntung aku memiliki seorang sahabat yang senantiasa mengingatkan bahwa aku nggak boleh melanggar janji pada diriku sendiri..
Hari demi hari berlalu, harapan itu kian memudar, aku pun pasrah saja dengan keadaan. Karena aku tahu perasaan cinta itu nggak bisa dipaksakan.. Aku pernah berdoa, kalau aku punya pacar lagi, aku minta sama Tuhan, itu yang terakhir, dan jadi pasangan hidupku.. Jadi berpegang pada doaku itu lah aku pasrah menjalani semuanya. Kalaupun bukan dia, aku yakin Tuhan pasti sediakan yang terbaik untuk aku.. :)
Sekarang sudah 11 Januari 2012. Sudah 11 hari berlalu sejak "deadline" itu.. Kadang aku masih merasakan rindu. Aku masih berusaha untuk "move-on". Tapi karena hatiku sudah berkata iya untuk move on, segala sesuatunya terasa lebih baik. Aku lebih "legowo" dan "ikhlas" menjalani semuanya... Masih ada pria yang lebih baik di luar sana (yang selalu kusebut dengan -sedang dalam proses pengiriman- haha) yang disediakan Tuhan buatku..
Mungkin saat ini kami sedang sama-sama dipersiapkan dan diproses untuk menjadi pasangan yang sepadan satu dengan yang lainnya,,,
Ketika hati memutuskan, maka kau akan punya kekuatan baru untuk melakukannya. :)
Aku jatuh cinta pada sahabatku,yang mungkin sebenernya nggak pantes terjadi..
Sekian lama aku memendam rasa, aku merasa sebenarnya dia tahu apa yang terjadi dengan hatiku, kadang aku pun merasa kalau dia merasakan hal yang sama. Tapi karena nggak pernah diungkapkan, sampai sekarang aku bener-bener nggak tahu bagaimana sebenernya dia kepadaku..
Dia mengajariku begitu banyak hal-hal baru, yang nggak pernah aku tahu sebelumnya.
Memperkenalkan tempat-tempat dan makanan-makanan baru yang mendengarnya saja aku nggak pernah..
Aku merasakan perubahan pada diriku sendiri, dan ada beberapa yang belakangan aku sadari itu nggak baik.. seperti misalnya, aku lebih memilih "jalan" bersama dia daripada teman-temanku.. Padahal dulu waktu aku masih punya pacar, aku nggak akan sekalipun mentingin pacar, daripada temen-temenku..
Sekian lama aku menunggu dari awal aku mulai dekat, (sekitar April 2011) sampai aku pulang ke Medan, tak kunjung ada kepastian. Bahkan segala sesuatunya berubah ketika kami berdua kembali dari liburan singkat kami. Semuanya memudar dari pihaknya.. BBM-an berkurang, ga ada ucapan selamat pagi, nggak ada selamat bekerja, ga ada lg canda-candaan yang kadang bisa bikin aku ngambek.. Saat itu aku merasa sedih, dan kadang bertanya-tanya, kenapa dia bisa berubah sedrastis itu.. Sering aku merindukan masa-masa ketika masih "sangat dekat" dulu..
Semua ketidakpastian itu membuat aku berpikir, sampai kapan aku mau bertahan dengan segala ketidakpastian ini.. Pilihannya cuma 2 : menyatakan, atau mundur pelan-pelan..
Aku nggak berpikir pilihan yang pertama. Dan langsung memutuskan pilihan yang kedua.
Aku menetapkan tenggat waktu untuk diriku sendiri, kalau sampai 31 Desember 2011 tidak ada kepastian atau sesuatu yang terjadi, cukuplah semuanya berakhir sampai disitu.. Jangan berharap lebih lagi untuk hari ke depannya.Dalam masa-masa selang waktu menuju 31 Desember itu, banyak sekali kejadian-kejadian yang aku alami yang tidak jarang membuat aku goyah..Beruntung aku memiliki seorang sahabat yang senantiasa mengingatkan bahwa aku nggak boleh melanggar janji pada diriku sendiri..
Hari demi hari berlalu, harapan itu kian memudar, aku pun pasrah saja dengan keadaan. Karena aku tahu perasaan cinta itu nggak bisa dipaksakan.. Aku pernah berdoa, kalau aku punya pacar lagi, aku minta sama Tuhan, itu yang terakhir, dan jadi pasangan hidupku.. Jadi berpegang pada doaku itu lah aku pasrah menjalani semuanya. Kalaupun bukan dia, aku yakin Tuhan pasti sediakan yang terbaik untuk aku.. :)
Sekarang sudah 11 Januari 2012. Sudah 11 hari berlalu sejak "deadline" itu.. Kadang aku masih merasakan rindu. Aku masih berusaha untuk "move-on". Tapi karena hatiku sudah berkata iya untuk move on, segala sesuatunya terasa lebih baik. Aku lebih "legowo" dan "ikhlas" menjalani semuanya... Masih ada pria yang lebih baik di luar sana (yang selalu kusebut dengan -sedang dalam proses pengiriman- haha) yang disediakan Tuhan buatku..
Mungkin saat ini kami sedang sama-sama dipersiapkan dan diproses untuk menjadi pasangan yang sepadan satu dengan yang lainnya,,,
Ketika hati memutuskan, maka kau akan punya kekuatan baru untuk melakukannya. :)
Langganan:
Postingan (Atom)