Jalan kehidupan yang kita lalui memang sering kali tidak mulus, banyak kerikil-kerikil kecil yang berceceran di sepanjang jalan yang tak jarang membuat kita tersandung dan terjatuh...
Selain itu, seringkali kita diperhadapkan pada pilihan yang sulit atau bahkan sangat sulit yang membuat kita kebigungan untuk mengambil suatu keputusan. Kita seringkali ragu dan takut. apakah keputusan yang kita ambil sudah benar atau salah, bagaimana dampaknya di kemudian hari, juga terhadap lingkungan sekitar kita, terlebih-lebih diri kita sendiri. Suatu keberanian untuk mengambil resiko juga diperlukan disini.
Saat-saat pengambilan keputusan biasanya merupakan saat-saat yang membuat hati galau, membuat seseorang enggan melangkah setapak pun. Seolah berdiri di depan pintu dan sudah memegang kuncinya namun tidak berani membuka, karena tidak tahu atau bahkan tidak ingin tahu apa yang ada di balik pintu itu.
Aku baru saja mengalaminya.
Ketika aku sudah merasa nyaman berada di dekat seorang lelaki yang bisa aku anggap sebagai sahabat,
ada suatu kenyataan mengejutkan yang aku ketahui belum lama ini.
Dan menurutku itu sesuatu hal yang tidak bisa dianggap tidak penting.
Ketika Anda dekat dengan lawan jenis Anda, pasti ada rasa ingin tahu dan ingin mengenal keluarganya, bukan?
Begitu pula dengan yang aku alami...
Aku bertemu dengan keluarganya tanpa disengaja, dan sedikit berbincang dengan kakaknya.
Kalau dalam situasi seperti itu, apa yang kalian harapkan untuk kalian dengar? Ya, tentu saja hal-hal yang baik bukan?
Namun hal-hal yang baik apabila tidak mengandung kejujuran pun tidak ada gunanya..
Dan itulah yang aku rasakan..
Ketika harus mendengar bahwa aku tidak boleh terlalu banyak berharap, mungkin terasa sakit dan perih, tapi itu jujur.
Tapi kalo aku mau memandang sisi positifnya, justru aku berterima kasih karena aku diingatkan dari awal, sehingga aku dapat berusaha menata hati.
Dan disinilah aku berada sekarang,
Di persimpangan jalan, yang aku sendiri tak tahu arah mana yang harus aku ambil.
Apakah aku akan terus maju dengan segala konsekuensi yang ada, atau aku berbalik arah, dan melepaskan semua yang sudah terlewati selama ini...
Atau menyimpang, dan mengambil jalur lain yang masih harus kupikirkan..
Semuanya terasa begitu sulit. Aku yang memegang kuncinya, namun aku yang enggan membuka salah satu pintu yang tersedia...
Aku hanya berharap, jalan yang kuambil tidak salah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar