Mataku menatap kosong pada layar blackberry ku. Sejak pagi, ia pendiam sekali, tak ada tanda-tanda pesan dari orang yang aku tunggu.
Entah kenapa semenjak kepulanganku dari liburan itu, aku merasa ada sesuatu yang berbeda, dan semakin jauh.Aku tak tahu apakah itu sekedar perasaanku saja yang terlalu mendramatisir, atau memang kenyataanya begitu. Wanita ini kan intuisinya hampir selalu benar...
Seperti yang terjadi hari ini, aku tak bisa berbuat apa-apa.
Semenjak dia mengikuti kegiatan di kampus, dia seolah-olah tak terjangkau.
Sulit sekali rasanya untuk bisa berkomunikasi lancar dengannya. :(
Ingin rasanya aku yang menyapanya terlebih dahulu, bertanya bagaimana keadaannya hari ini.
Memberinya semangat untuk melewati semua kegiatan hari ini meskipun ia enggan, dan sedikit bercanda untuk melepaskan ketegangan dan membuatku tersenyum.
Ya, aku rindu. Rindu sekali..
Setiap kali aku mengambil blackberry-ku, membuka menu Messenger, mencari namanya, dan mulai mengetik pesan, pada akhirnya aku hanya akan menghapus semuanya, dan tidak jadi melakukan hal itu.
Huh, aku ini bodoh atau apa sih..
Di satu sisi aku memang merasa rindu, namun di sisi lain, aku ingin tahu, bagaimana sebenarnya posisiku di hatinya.
Apakah dengan tidak adanya berita dariku ia akan mencariku dan menanyakan kabarku, atau mungkin malah sebaliknya, cuek bebek, seolah tidak ada yang hilang dari dirinya.
Sampai pukul 3 sore, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan itu. Aku sedih. Aku sangat berharap aku mempunyai arti di hatinya. Namun sepertinya kenyataan berkata lain.. Aku hanya bisa bermain-main dengan layar facebook, dan iseng membuka notes-notes yang pernah kutuliskan dulu. Dan, mataku berhenti pada satu catatan yang pernah disukainya. Catatan itu berisi tentang tanda-tanda cowok yang siap berkomitmen.
Dan entah mengapa aku merasa, aku sedang dibawa dalam perjalanan yang mengarah ke tanda-tanda itu.
Aku memang tak mau muluk-muluk berharap, mengingat sekarang saja aku merasa dia "menjauh".
Aku cuma ingin dia kembali seperti sebelum kami berlibur, aku rindu dia yang dulu.
Aku rindu semua pesan pagi harinya yang selalu membuatku tersenyum.
Aku rindu pertanyaannya kalau aku sedang ada masalah.
Aku rindu kecerewetan-kecerewetannya dalam mengomentari sesuatu.
Aku rindu kecemburuan (jika bisa dikatakan begitu) saat aku pergi makan siang dengan temanku.
Aku rindu semua yang ada padanya, DULU.
Aku cuma mau dia kembali seperti itu.
Kembalilah.
Aku merindukanmu.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar